Tampilkan postingan dengan label pemborong lapangan futsal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemborong lapangan futsal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2016

BAGAIMANA CARA MERAWAT LAPANGAN FUTSAL?



Siapa sih yang nggak kenal dengan olahraga yang satu ini? Pasti semuanya sudah tahu yaa. Untuk bermain futsal lebih seru kalau kita iuran dengan teman-teman dan menyewa tempat/lapangan olahraga futsal. Lapangan olahraga futsal bermacam-macam jenisnya, ada yang terbuat dari vinyl, karpet plastik, taraflex, parquette, semen, dan rumput sintetis. Dan pada kesempatan kali ini kontraktorlapangan.com akan membahas mengenai cara merawat lapangan futsal, khususnya lapangan dengan rumput sintetis. Kenapa lapangan futsal dengan rumput sintetis? Karena cara merawat lapangan futsal ini sangat berbeda dengan cara merawat lapangan sepakbola biasa. Perbedaannya sangat jelas, yaitu dapat kita dilihat dari jenis rumputnya. Lapangan sepakbola biasa di outdoor menggunakan jenis rumput hidup yang sehari-harinya harus disiram agar mendapatkan hasil yang sempurna, sedangkan pada rumput futsal menggunakan rumput sintetis. Rumput futsal sangat anti dengan air, karena dapat mempercepat kerusakan pada rumput tersebut. Berikut ini adalah upaya – upaya yang bisa dilakukan untuk merawat lapangan futsal:

  • Mengecek Rumput Sintetis Seminggu Sekali

Rumput yang biasanya sering terlepas adalah sisi-sisi pada garis lapangan. Hal itu biasa terjadi karena disebabkan kelalaian pada saat pemasangan rumput pada lapangan, bisa juga karena gesekan dari sepatu pemain atau juga dari keringat pemain yg jatuh sehingga menyebabkan lem lepas.


  • Mengecek Jaring Setiap Minggu

Pemain yang kelelahan biasanya suka menyandarkan tubuhnya pada jaring-jaring disisi lapangan, hal itu akan menyebabkan jaring-jaring lapangan bisa kendur bahkan putus  jika dibiarkan terus menerus. Kemungkinan lain karena terdorong atau karena unsur kesengajaan karena pemain yang lelah.



Cara mengantisipasinya adalah:
1. Menyemprot bahan khusus untuk rumput sintetis agar tahan lebih lama (bahannya dapat dicari di google).

2. Buatlah himbauan atau papan peringatan kepada pemain, misalnya:
– Wajib memakai sepatu karet/futsal (efek yang ditimbulkan jika tidak memakai sepatu adalah cidera selain itu keringat yang dihasilkan saat bermain akan langsung jatuh kerumput).
– Dilarang tidak mengenakan pakaian (baju) pada saat sedang bermain (sumber keringat terbanyak adalah dari badan kita, dan apabila seseorang tidak memakai baju pada saat bermain kemungkinan besar keringat akan jatuh dilapangan).
– Dilarang menyenderkan badan dijaring (karena dapat menyebabkan jaring kendur bahkan bisa menyebabkan jaring putus apabila kapasitas melebihi ketahanan jaring tersebut).
– Dilarang meludah dilapangan (disamping merusak lapangan dapat juga mencemari lingkungan).

3. Memperbaiki sendiri rumput yang lepas. Rumput yang lepas bisa dipasang kembali dengan menggunakan lem alteco, lem ini hanya pilihan sementara yang bisa dipakai. Sedangkan untuk seterusnya Anda bisa konsultasikan kepada kami di kontraktorlapangan.com .

Butuh dana yang tidak sedikit dalam pembangunan serta perawatan fasilitas olahraga. Jadi tidak ada salahnya kalau kita menjaga dan merawat lapangan yang kita gunakan untuk meminimalisir kerusakan pada lapangan olahraga. Dan bagi anda yang ingin konsultasi mengenai lapangan olahraga atau membuat lapangan olahraga, futsal – tenis – badminton –basket silahkan hubungi jasa kami.


Contact Us
Customer Service
081338188883
Email : kontraktorlapangan@gmail.com


Kontraktor Lapangan – mitra pembuat dan renovasi lapangan olahraga anda


Kamis, 03 November 2016

TEKNIK DASAR YANG HARUS DIKUASAI KIPER FUTSAL



Sama seperti tugas penjaga gawang dalam olahraga sepakbola, kiper futsal juga harus mengamankan gawangnya dari bola yang masuk. Ada beberapa hal yang sedikit berbeda pada kiper futsal, yang mana berperan cukup besar dalam membuka serangan bagi sebuah tim.

Dalam hal merespon kondisi pertandingan, kiper futsal harus sama tanggapnya seperti pemain lain. Misalnya, jika kiper menguasai teknik menangkap bola yang baik maka dapat dengan mudah mendistribusikan bola kepada rekan setimnya yang berbeda posisi dengan cepat atau yang biasa disebut counter-attack.

 1. TEKNIK MENANGKAP BOLA
-- Teknik Menangkap Bola Bawah
Kiper dapat menggunakan teknik ini pada saat bola meluncur deras mendatar ke area gawang. Kiper harus bergerak maju mendatangi bola, posisi yang baik yaitu maju sampai tubuh Anda berada antara bola dan gawang. Gunakan tangan untuk meraih bola dan pastikan kedua tangan Anda memeluk bola secara bersamaan. Hal ini memastikan bola lolos dari tangkapan Anda dan melewati sela-sela kaki. Pastikan juga kecepatan bola yang datang, semakin cepat bola bergulir, semakin cepat pula Anda harus bereaksi menangkap bola.

-- Teknik Menangkap Bola Atas
Gunakan teknik ini pada saat bola datang berada diatas pinggang Anda. Perhatikan pada saat lawan melakukan tendangan, usahakan bergerak ke depan. Tangkap bola yang datang dengan kedua tangan secara bersamaan, kemudian memeluk bola. 
Untuk menangkap bola di atas kepala, diperlukan daya cengkram jari yang cukup kuat dengan jenis tangkapan W. Bila bola datang cukup keras di atas kepala, sebaiknya bola di blok atau di tepis. Lihat pembahasan Teknik Memblok Bola atau Menepis Bola di bawah.

-- Teknik Menangkap dengan Menjatuhkan Badan
Teknik ini dapat Anda gunakan pada saat bola bergulir cepat mendatar pada samping kanan atau kiri dari tubuh Anda dan memungkinkan Anda menjatuhkan badan di samping bola dengan posisi menangkap yang baik dan cepat. Pastikan Anda memiliki kecepatan kaki untuk melangkah dan mengendalikannya ke arah bola. Setelah menjatuhkan badan, tangkap bola dengan kedua tangan, tangkapan yang baik menggunakan tangkapan W.


2. TEKNIK MELEMPAR BOLA
Teknik ini juga sangat penting untuk dipelajari seorang kiper dalam permainan futsal. Fungsi kiper mempelajari teknik ini adalah untuk membantu penyerangan. Futsal merupakan permainan yang dilakukan dalam ruang sempit dan permainannya yang cepat. Sehingga kiper juga mempunyai peranan dalam menyerang dalam tempo pertandingan yang tinggi.

Setelah kiper dapat menangkap bola dengan baik, kiper dapat melakukan lemparan untuk memulai serangan, bola dapat diberikan kepada rekan setimnya yang paling dekat.  Bila ada kesempatan, kiper juga dapat melakukan lemparan jauh ke rekannya yang memiliki posisi menguntungkan dalam mencetak gol. Di sini dibutuhkan kejelian dan pengambilan keputusan yang tepat dari seorang kiper

Kiper juga perlu memiliki lemparan yang cepat dan akurat di atas permukaan lapangan. Dengan memiliki teknik lemparan yang baik, dapat menentukan keberhasilan sebuah serangan. Beberapa situasi serangan harus dipelajari oleh seorang kiper. Pada saat counter attack atau serangan balik, lemparan bola dari kiper harus tajam dan tepat di kaki penyerang atau pemain depan.

Lemparan bola atas atau biasa disebut lemparan parabola dapat juga dilakukan, hal ini tergantung bagaimana posisi pemain depan. Biasanya lemparan parabola diberikan pada pemain depan yang memiliki postur tubuh yang tinggi sehingga dapat menyundul bola dan memberikan umpan kepada rekannya yang berada pada posisi menguntungkan atau langsung menyundul bola ke arah gawang.

Satu hal yang wajib diwaspadai kiper dalam melakukan lemparan yaitu keakuratan bola yang diberikan. Bila bola dilempar tidak akurat dan jatuh di kaki lawan, justru akan membahayakan gawang Anda. Begitu juga kecepatan bola, lemparan bola yang lemah akan mudah dicuri lawan dan lawan dengan mudah melakukan serangan balik.

3. TEKNIK MENENDANG BOLA
--Tendangan Kaki Bagian Dalam
Tendangan menggunakan sisi kaki bagian dalam merupakan tendangan yang paling mudah untuk dilakukan dan menghasilkan tendangan yang akurat. Tendangan ini bisa dilakukan pada saat bola diam atau pada saat bola bergerak.

Selain melakukan teknik menendang dengan baik, kiper juga harus bisa memposisikan diri agar mudah di umpan oleh rekannya. Perhatikan juga dalam mengumpan menggunakan kaki, kiper harus melihat apakah rekannya di jaga ketat atau tidak, bila di jaga ketat, umpan ke pemain lain yang posisinya lebih baik. Sama dengan pemain lain, kiper harus mengumpan bola ke pemain lain dengan bola mendatar, jangan sampai bola memantul. Serta aliran bola harus cepat dan akurat.

--Tendangan Voli
Tendangan ini merupakan cara yang paling cepat untuk mengirimkan bola ke rekan Anda ketika melakukan serangan balik dibanding dengan menggunakan lemparan. 

Pelaksanaan Tendangan Voli sebagai berikut:
- Pegang bola di telapak tangan yang berlawanan dengan kaki yang akan menendang
- Kepala tegak dengan pandangan ke arah bola, posisi badan mengarah ke target.
- Melangkah ke depan dengan kaki yang tidak menendang
- Luruskan posisi kaki yang menendang
- Tempatkan kaki bagian punggung atau kura-kura kaki di tengah bola
- Gunakan gerakan lanjutan dengan berlari pendek ke arah depan (sekitar 2-3 langkah) kunci engkel kaki ketika menendang di bantu dengan kaki tumpu pada saat menendang. Jatuhkan bola, bola jangan diputar dan tendang, lalu lakukan gerakan lanjutan dan mendarat dengan kaki yang menendang. Tendangan harus lurus, secara langsung sejajar dengan target dan tidak harus memutarkan tubuh.

4. TEKNIK MEMBLOK ATAU MENEPIS BOLA
Dalam permainan futsal biasanya tembakan ke arah gawang sangat keras dan dilakukan dengan jarak dekat sehingga akan menyulitkan penjaga gawang untuk untuk menangkap bola tersebut. Cara yang dapat digunakan yaitu memblok atau menepis bola yang datang di area gawang. Cara ini dapat dilakukan menggunakan tangan, kaki ataupun badan Anda.

Dalam sebuah pertandingan futsal, sebagian besar penjaga gawang akan melakukan blok atau menepis bola untuk mengamankan gawang mereka. Satu hal yang perlu diperhatikan bagi kiper atau penjaga gawang, teknik ini membutuhkan keberanian yang tinggi dan perhitungan yang akurat dalam menutup setiap sudut tendangan yang datang.

Di satu sisi, kiper futsal harus jeli dalam menentukan apakah bola yang datang sebaiknya ditangkap atau diblok. Bila ragu sebaiknya bola diblok atau ditepis karena resiko untuk kebobolan semakin kecil.


Keempat teknik di atas dapat Anda kuasai dengan latihan yang rutin serta disiplin. Selain itu berlatih bersama teman-teman Anda juga dapat membantu memperbaiki kekurangan dan kelemahan Anda dalam melakukan latihan. Selamat berlatih. Dan bagi anda yang ingin membuat lapangan olahraga, futsal – tenis – badminton –basket silahkan hubungi jasa kami.


Contact Us
Customer Service
081338188883
Email : kontraktorlapangan@gmail.com


Kontraktor Lapangan – mitra pembuat dan renovasi lapangan olahraga anda

Selasa, 11 Oktober 2016

POSISI PEMAIN FUTSAL



Apa saja posisi dalam futsal? Di posisi mana saya harus bermain? Dua pertanyaan itu paling sering ditanyakan oleh kebanyakan orang pada umumnya. Lebih khusus untuk pemain yang baru mengenal format permainan 5-a-side (futsal).

Bahkan, jika kamu seorang pemain yang berpengalaman sekalipun, tetap memerlukan waktu untuk menjalankan dan memahami peran yang diberikan oleh tim. Proses menjalankan peran di dalam tim akan lebih mudah bila memahami kriteria dasar pada setiap posisi. Lebih penting lagi, mengetahui di posisi mana kamu dapat mengoptimalkan kelebihan dan menutupi kelemahan yang kamu punya.

APA SAJA POSISI DALAM PERMAINAN FUTSAL?
Sebenarnya tidak ada posisi tetap di dalam olahraga futsal. Namun sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalam lapangan, 4 pemain (selain kiper) memiliki role / peran masing-masing, walaupun mereka maju dan mundur bergantian. Posisi ini tergantung dari taktik dan formasi yang digunakan tim. Kira-kira, posisi pemain dalam olahraga futsal dibagi menjadi 5 kategori besar (kami tidak menuliskan posisi kiper, karena hal tersebut sudah tidak perlu dijelaskan) :

1) Midfielders / Utility Players / Wingers / Ala / Flank

Pemain tengah sangat penting bagi sebuah tim, karena merekalah motor sebuah tim dalam serangan dan bertahan sekaligus. Apabila mereka tidak memiliki energi yang cukup, maka tugas seorang pivot dan last man akan terasa sulit, sebaik apapun mereka. Tanggung jawab pemain tengah adalah: memberikan support bagi pivot dalam menyerang dengan ikut memberi opsi untuk operan dan membuka ruang, dan membantu last man menutup ruang bagi pemain lawan saat bertahan. Karena tanggung jawab yang besar ini, pemain tengah harus memiliki stamina yang kuat, kemampuan pengambilan keputusan yang baik, juga disiplin yang tinggi. Di saat anda memiliki pemain tengah yang baik, sebuah tim akan terasa sangat “menyetel” dan dapat mengalirkan bola serta bertahan dengan kompak.

Berikut adalah karakteristik pemain tengah yang baik:
  • ·        Stamina yang cukup untuk melakukan serangan dan pertahanan sekaligus sepanjang permainan.
  • ·        Kemampuan pengambilan keputusan yang baik, karena hal ini sangat mempengaruhi kapan saat yang baik untuk maju, atau tetap di belakang dan membantu pertahanan.
  • ·        Passing yang cepat, kuat, dan akurat, karena mereka akan sering melakukan one two, atau melakukan passing sambil terus bergerak mengacaukan lawan.
  • ·        Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • ·        Kemampuan teknis yang seimbang, baik dalam penyerangan maupun pertahanan.


2) Pivot / Target / Top Man / Striker

Pemain ini adalah pemain yang bertugas untuk memimpin serangan, dan memulai pertahanan. Tugas utama mereka adalah mengacaukan pertahanan lawan dan menjadi titik pusat dari serangan.
Istilah ‘pivot’ adalah yang paling sering digunakan untuk pemain ini. Hal ini dikarenakan mereka sering menerima bola dengan membelakangi gawang lawan, sehingga harus berputar / pivot melewati pemain lawan dan men-shooting bola. Namun mereka juga disebut sebagai ‘pivot’ karena semua rekannya akan bergerak di sekeliling pemain tersebut saat serangan dilakukan, dan pemain ini harus dapat mengalirkan bola kepada rekannya yang memiliki posisi lebih baik darinya. Walaupun tugas utama pivot adalah saat menyerang, namun mereka juga harus berperan sebagai lapisan pertama pertahanan dan melakukan pressing atau marking saat sedang diserang oleh lawan.

Hampir tidak ada tim yang bermain dengan 2 pivot, (walaupun ada sebuah tim yang memiliki 2 pemain yang bisa menjalankan peran ini dengan baik, dan mereka silih berganti melakukannya). Namun, banyak tim futsal yang bahkan tidak menggunakan pivot sama sekali, seperti sebuah tim yang menggunakan formasi 2-2. Namun apabila ada pemain yang dapat menjalankan peran ini dengan baik, serangan tim anda akan sangat terbantu.

Berikut ini adalah karakteristik pemain yang dibutuhkan dalam posisi pivot:
  • ·        Dapat mengontrol bola dengan baik (tidak harus tinggi besar) saat ditekan oleh pemain bertahan lawan
  • ·        Gerakan yang cepat, dan beberapa trik untuk melewati lawan
  • ·        Kemampuan shooting yang cepat, keras, dan akurat
  • ·        Pergerakan yang konstan untuk menciptakan ruang untuk menerima bola, kemampuan membaca permainan yang baik dan tanggap dalam menerima setiap operan yang diberikan padanya.


3) Attackers

Seperti namanya, pemain penyerang ini bertanggung jawab untuk menembus pertahanan lawan, namun mereka tidak memiliki tanggung jawab seperti seorang pivot. 2 pemain penyerang ini terkadang maju ke depan bersamaan, atau secara bergantian, supaya membingungkan pertahanan lawan. Dikarenakan tidak adanya pemain tengah, kedua pemain ini memiliki tanggung jawab yang sama untuk melakukan pressing saat kehilangan bola, dan ikut mundur ke belakang saat melakukan pertahanan. Jika kedua pemain ini bergerak terus dalam penyerangan dan pertahanan, maka permainan akan menjadi statis, setiap serangan akan mudah dipatahkan oleh lawan, serta lawan akan dengan mudah “mengeroyok” pertahanan.

Berikut ini karakteristik pemain penyerang yang baik:
  • ·        Kemampuan teknis yang baik – kontrol bola yang baik sangat penting untuk mempertahankan penguasaan bola
  • ·        Passing yang cepat dan tepat – dikarenakan posisi lapisan penyerangan dan pertahanan yang lebih sedikit, mereka harus banyak bergerak untuk menciptakan peluang.
  • ·        Shooting yang baik untuk memanfaatkan kesempatan yang tercipta dari pergerakan mereka.
  • ·        Akselerasi dan kecepatan untuk melakukan pergerakan eksplosif
  • ·        Dribbling untuk melewati pemain lawan.


4) Last Man / Fixo / Stopper / Cierre

Pemain last man adalah pemain yang hampir selalu berada di paling belakang, baik saat menyerang maupun bertahan. Prioritas terutama last man adalah menjadi pelindung dari kiper dan mematikan pivot lawan. Namun, mereka seringkali juga menjadi playmaker saat menguasai bola, dan di saat lawan lengah, justru menjadi pemain yang paling mengancam pertahanan lawan dengan tembakan jarak jauh atau dribbling dan operan terobosannya.

Posisi mereka yang berada di belakang memberikan kesempatan bagi mereka untuk memantau permainan lebih baik daripada pemain lainnya. Biasanya pemain last man yang baik justru dapat menjadi otak permainan dan pemimpin bagi para pemain lainnya.

Karakteristik yang diperlukan oleh seorang pemain last man:
  • ·        Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • ·        Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • ·        Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • ·        Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.


5) Defenders

Pemain bertahan dalam formasi 2-2 juga mirip dengan last man, namun kedua pemain ini bekerjasama sebagai sebuah unit. Saat menyerang, salah satu dari mereka akan maju membantu penyerangan, dan satu lagi akan menjalankan tugas sebagai last man. Keuntungannya adalah fleksibilitas dalam bertahan maupun menyerang, jika salah satu maju untuk memotong bola dari lawan, yang satu dapat memberikan “cover” di belakang pemain bertahan lainnya. Begitu juga dalam menyerang. Jumlah pemain bertahan yang berlebih ini adalah pedang bermata dua, jika dimanfaatkan dengan baik dapat sangat ampuh, namun satu kesalahpahaman diantara mereka dapat berakibat fatal.

Berikut ini adalah karakteristik pemain bertahan:
  • ·        Disiplin dalam bertahan – Anda harus tahu tanggung jawab utama anda adalah bertahan, dan tidak boleh sok pahlawan.
  • ·        Kekuatan dan Kecepatan – untuk mematikan para penyerang lawan
  • ·        Kemampuan membaca Permainan – memotong serangan lawan sebelum tercipta, dan menjadi playmaker dan opsi passing di saat menyerang.
  • ·        Komunikasi yang baik – untuk memberikan petunjuk kepada rekan setim, terutama di saat bertahan.


DI POSISI MANA SAYA HARUS BERMAIN?

Posisi yang paling cocok dengan anda biasanya adalah posisi yang paling anda sukai. Namun, bisa saja anda hanya subjektif karena menyukai posisi tersebut, padahal ada posisi lain yang lebih cocok untuk anda. Anda harus melihat juga kemampuan anda secara relatif dengan rekan satu tim anda. Tanyakan kepada rekan atau pelatih, apa yang menjadi kelebihan anda, dan bagaimana meningkatkan kemampuan anda supaya dapat memainkan posisi tersebut dengan baik.

Salah satu trik lainnya adalah dengan menerapkan rotasi saat bermain, setelah anda mencoba semua posisi di depan, belakang, ataupun tengah, anda akan mulai mengerti prinsip bermain di posisi tersebut secara praktek. Setelah beberapa kali bermain, anda akan mulai melihat yang mana yang paling cocok untuk anda. Pada akhirnya, setiap pemain futsal yang baik harus bisa menguasai menyerang dan bertahan sekaligus, bukan hanya salah satunya.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai posisi pemain dalam permainan futsal, tinggal anda yang menentukan posisi  manakah yang cocok yang akan anda pilih saat bermain futsal. Semoga artikel ini bermanfaat. Dan bagi anda yang ingin membuat lapangan olahraga, futsal – tenis – basket – badminton  silahkan hubungi jasa kami.

Contact Us
Customer Service
081338188883
Email : kontraktorlapangan@gmail.com


Kontraktor Lapangan – mitra pembuat dan renovasi lapangan olahraga anda